Website Resmi MAN Barito Utara

MAN BARITO UTARA PLUS KETERAMPILAN

Profil Madrasah

Visi dan Misi

Visi :

Terwujudnya Peserta Didik BATARA (Berprestasi, Terampil, Agamis, dan Ramah Anak)”

Misi :

Penjabaran dari visi tersebut, MAN Barito Utara merumuskan misi sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pendidikan inovatif dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik
  2. Meningkatkan keterampilan peserta didik agar berdaya saing tinggi
  3. Menumbuhkembangkan perilaku religius dan berakhlakul karimah
  4. Menciptakan lingkungan ramah anak dan berbudaya hidup sehat serta berwawasan lingkungan

Tujuan dari visi dan misi MAN Barito Utara adalah sebagai berikut :

  1. Terwujudnya semangat berprestasi Peserta Didik dan berkompetisi secara sehat;
  2. Meningkatnya keterampilan siswa dalam membuat kerajinan kreatif dan memiliki pengetahuan dalam berkebun dan memelihara ikan untuk bekal yang berguna dalam kegiatan ekonomi;
  3. Tertanamnya karakter disiplin, kepatuhan, kejujuran, dan kebersamaan pada diri setiap Peserta Didik sesuai dengan tuntunan agama dan budaya lokal;
  4. Meningkatnya kepatuhan siswa dalam menjalankan aturan tata tertib madrasah;
  5. Meningkatnya kesadaran siswa tentang kebersihan, peduli lingkungan, dan Kesehatan.

Sejarang Singkat

SEKILAS SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) BARITO UTARA

 

Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara beralamat di Jalan Rajawali Nomor 07 Telepon (0519) 22744 bertetangga dengan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN-1) Barito Utara dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN-2) Barito Utara.

Jika ditinjau kebelakang, berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara  hanyalah berawal dari sebuah Madrasah yang sangat sederhana, terdiri dari 3 (tiga) ruang kelas dengan dinding bambu (gedeg kata orang Jawa) dan berlantaikan tanah.

Diawali pada tahun 1963 di bawah binaan pihak Kantor Departemen Agama di Barito Utara dalam rangka mencetak Guru Agama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di Barito Utara dan sekitarnya, atas prakarsa para tokoh agama didirikanlah sebuah sekolah dengan nama Pendidikan Guru Agama (PGA), yang diantaranya dipelopori oleh : KH. Usman Abdullah (Kakandepag), KH. Bahagia (ayah dari H. Ubaidillah Ahmad),       H. Basirun Husin, H. Abu Samah, dan H. Tabrun.

Sebuah sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) kemudian dibangun di atas sebidang tanah berlokasi di Jalan Rajawali Barito Utara yang mana tanah tersebut  separohnya dibeli dari Bapak H. Akh. Supriadi dengan ukuran 36 x 13 meter yang sebagian harganya beliau wakafkan, disamping itu juga dengan status sebagai hibah dari salah seorang warga masyarakat sekitar tanah bangunan, yaitu dari Bapak H. Tabrun (orang tua dari mantan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara Bapak H. Rijalul Fatah).

Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan tokoh masyarakat harus mendirikan Pendidikan Guru Agama (PGA) pada waktu itu ;

1.      Pada waktu itu (tahun 1963-an) masih minim sekali tenaga Guru Agama, khususnya di daerah Barito Utara dan sekitarnya. Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di kota Barito Utara sangat kekurangan sekaligus memerlukan guru terkhusus lagi guru agama), bahkan kebutuhan akan adanya guru agama ini tidak terkecuali untuk daerah lain yang tersebar di daerah Kabupaten Barito Utara pada umumnya.

2.      Banyaknya permintaan masyarakat yang ingin memasukkan anaknya untuk bersekolah di Madrasah (Sekolah Agama) setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dengan berdirinya Pendidikan Guru Agama, masyarakat kota Barito Utara pada khususnya dan daerah Kabupaten Barito Utara pada umumnya dapat menikmati materi-materi Pendidikan Agama Islam secara lebih luas, dan pada tahun 1968 berhasil meluluskan alumni angkatan pertamanya.

 Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun Barito Utara ini tetap berlanjut bahkan menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun sampai dengan tahun 1978/1979. Selanjutnya mulai tahun 1979/1980 secara nasional Pendidikan Guru Agama (PGA) telah ditutup, maka di bawah pengelolaan sebuah Yayasan Pendidikan Islam, yaitu Yayasan Pendidikan Islam Mangkusari Barito Utara, yang waktu itu (tahun 1979) dipelopori diantaranya oleh H. Anang Kurdi (Ketua), Muhammad Yahya (Sekretaris), dan H. Suraji (Bendahara).

Dengan ditutupnya Pendidikan Guru Agama (PGA), kemudian pihak pengelola Yayasan Pendidikan Islam Mangkusari bekerja sama dengan pihak Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Barito Utara yang saat itu dijabat oleh bapak Drs. H.M. Arifin, mempelopori berdirinya sebuah Madrasah Aliyah yang diberi nama Madrasah Aliyah Mangkusari (MAM)  Barito Utara sekaligus sebagai pengganti Pendidikan Guru Agama (PGA) Barito Utara yang telah ditutup, dengan penambahan beberapa ruangan.

Peserta didik (siswa) yang belajar / menuntut ilmu pada Pendidikan Guru Agama (PGA) sampai dengan berdirinya Madrasah Aliyah Mangkusari Barito Utara tidak hanya berasal dari dalam kota Barito Utara, akan tetapi juga berasal dari berbagai daerah atau kecamatan dan desa yang berada di wilayah Kabupaten Barito Utara, seperti Benangin, Lampeong, Muara Lahei, Tumpung Laung, Laung Tuhup dan bahkan berasal dari Kabupaten lain di pesisir Sungai Barito.

Seiring dengan tuntutan dan perkembangannya, Madrasah Aliyah Mangkusari (MAM) Barito Utara, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 244 tanggal 25 Oktober 1993, telah ditingkatkan statusnya menjadi Madrasah Aliyah Negeri Mangkusari Barito Utara, yang pengelolaannya tidak lagi berada di bawah Yayasan Pendidikan Islam Mangkusari, tetapi selanjutnya oleh Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama  (sekarang Kementerian Agama).

Selanjutnya sebagai usaha untuk pengembangan Madrasah Aliyah Negeri Mangkusari Barito Utara ke depan,  dipandang perlu untuk memiliki lokasi yang luas termasuk sebagai salah satu persyaratan sebuah lembaga pendidikan, dan dengan berbagai upaya akhirnya pengelola menemukan lokasi sebidang tanah berukuran luas 12.316 M2 yang terletak di Jalan Barito Utara-Puruk Cahu (Brigjen Katamso KM. 2,5), yang selanjutnya pada tahun pelajaran 1997/1998 kegiatan proses belajar mengajar pertama kali dilaksanakan di gedung baru tersebut, dengan memiliki 3 ruang belajar, 1 ruang kantor Tata Usaha dan Kepala Madrasah, serta 1 bangunan Perpustakaan ditambah ruang Guru, dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).   

Kemudian dengan pertimbangan perkembangan dan minat siswa (peserta didik), sejak tahun pelajaran 2000/2001 Madrasah Aliyah Negeri Mangkusari Barito Utara (sekarang Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara) menambah satu jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kegiatan pembelajaran (Proses Belajar Mengajar) di Gedung yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso KM. 2,5 Barito Utara ini berlangsung sekitar tujuh tahun pelajaran, yaitu mulai tahun pelajaran 1997/1998 sampai dengan 2003/2004, karena mengingat kondisi jalan di dalam kota Barito Utara termasuk Jalan Brigjen Katamso yang menuju ke arah lokasi Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara yang kurang memungkinkan  ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda biasa termasuk belum tersedianya sarana angkot (bus) khusus pelajar pada saat itu, maka pihak pengelola berusaha mencari solusi bersama pihak Departemen Agama dan Pemerintah Daerah, sehingga diperoleh kesepakatan Gedung Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara kembali ke lokasi di Jalan Rajawali, dan dengan bantuan Pemerintah daerah dibantu pembebasan lahan (tanah) warga  yang berada di belakang tanah asal milik Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara.

Setelah proses pembebasan tanah selesai, maka dilakukan pembangunan gedung baru Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara, meliputi  ruang kelas oleh pihak Departemen Agama sedangkan bangunan induk perkantoran (ruang TU, ruang Kepala, ruang Guru, ruang UKS, toilet dan 4 ruang belajar/kelas di lantai 2) dibangun melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, dan setelah selesai kemudian diresmikan pemakaiannya oleh Bapak Bupati Barito Utara pada tanggal 8 Maret 2004, dan selanjutnya sejak  tanggal 15 Maret 2004 semua kegiatan pembelajaran dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara Jalan Rajawali No. 07 Barito Utara.

Dalam rangka menampung sekaligus memenuhi minat masyarakat dan peserta didik, termasuk adanya saran dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara Drs. H. Tuaini Ismail, M.Ag, mulai tahun pelajaran 2012/2013 Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara kembali menambah / membuka satu jurusan baru, yaitu jurusan Keagamaan, dengan jurusan ini diharapkan memberikan kemampuan peserta didik untuk lebih mampu berkiprah dalam lingkungan masyarakat, terutama menyangkut kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk sebagai usaha membentengi genarasi Islam dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman dan teknologi yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Dari tahun ke tahun sejak berstatus sebagai Pendidikan Guru Agama hingga menjadi sebuah Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara sekarang ini, mengalami perkembangan yang cukup membanggakan, baik dilihat dari kondisi bangunan gedung yang pada awalnya sangat sederhana,  tenaga pengajar/pendidik dan daya tampung kelas yang  sangat terbatas menjadi seperti saat sekarang ini, yang sudah memiliki gedung permanen terdiri dari bangunan perkantoran (ada ruang Kepala Madrasah, ruang Tata Usaha, ruang Guru, ruang UKS), ruang Perpustakaan, ruang Laboratorium Komputer, ruang Laboratorium MIPA, ruang OSIS, kantin, Mushalla, termasuk 13 ruang belajar/kelas tersedia, yang selanjutnya pada tahun anggaran 2013 penambahan lagi 5 ruang belajar/kelas, sehingga pada akhir tahun 2013 Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara  memiliki sebanyak 18 ruang belajar/kelas. Demikian juga dengan animo masyarakat yang memasukkan putra putrinya sebagai siswa (peserta didik) yang menuntut ilmu di Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara juga semakin tahun semakin meningkat, hal ini terbukti dengan bertambahnya kelas yang harus dipersiapkan untuk menampung peserta didik (siswa) yang mendaftarkan diri di Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara, bahkan untuk tahun pelajaran 2013/2014 yang target seharusnya hanya menerima 5 ruang/kelas, tetapi karena harus melayani permintaan/keinginan/minat masyarakat, penerimaan peserta didik baru ditambah menjadi 6 ruang/kelas. Secara keseluruhan  peserta didik pada tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 594 orang, Guru yang Negeri (PNS) sebanyak 24 orang, Guru Non PNS (Honorer) sebanyak  9  orang, tenaga administrasi (Tata Usaha) berstatus PNS sebanyak 2 orang dan Non PNS/honorer 1 orang serta 1 orang tenaga keamanan (satpam).

Mengenai kepemimpinan di Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara sejak tahun 1963 (masih berstatus sebagai Pendidikan Guru Agama 4 tahun) sampai berstatus sebagai sebuah Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara, mengalami beberapa kali pergantian pimpinan (Kepala Madrasah), menurut sumber dan data yang ada sebagai berikut :

1.      Bapak H. ABUSAMAH, beliau adalah Kepala PGA 4 tahun, sejak tahun ajaran 1965/1966 sampai dengan tahun ajaran 1975/1976 (selama 10 tahun)

2.      Ibu KINYIP. B, beliau juga Kepala PGA 4 tahun, menggantikan Bapak ABUSAMAH merangkap Kepala PGAA Barito Utara, sejak tahun ajaran  1976/1977 sampai dengan tahun ajaran 1978/1979 (selama 3 tahun)

3.      Bapak Drs. M. ARIFIN, MS., beliau adalah Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Barito Utara, yang merangkap Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari (MAM) Barito Utara yang berasal dari PGA Mangkusari, sejak tahun pelajaran 1979/1980 sampai dengan tahun ajaran 1980/1981 (selama 2 tahun).

4.      Bapak TARMIDI, BA., beliau merangkap sebagai guru tetap PGAN 4 tahun, sejak tahun ajaran 1981/1982 (selama 1 tahun).

5.      Bapak RUSLAN RASUL, BA., beliau menjabat pada tahun ajaran 1982/1983 (selama 1 tahun)

6.      Bapak SYAMSUL BACHRI, BA., beliau adalah pegawai Kantor Departemen Agama Kabupaten Barito Utara, berdasarkan atas usulan Kepala Kantor Departemen Agama dan ditunjuk oleh Yayasan Pendidikan Islam Antasari menjadi Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari Barito Utara, sejak tahun ajaran 1982/1983 sampai dengan tahun ajaran 1983/1984 (selama 2 tahun)

7.      Bapak BACHTIAR ARIFIN, beliau juga pegawai Kantor Departemen Agama Kabupaten Barito Utara, berdasarkan atas usulan Kepala Kantor Departemen Agama dan ditunjuk oleh Yayasan Pendidikan Islam Antasari menjadi Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari Barito Utara, sejak tahun ajaran 1984/1985 sampai dengan tahun ajaran 1985/1986 (selama 2 tahun)

8.      Bapak CHOBIRUN ZUHDI, BA., disamping juga sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Barito Utara menggantikan Ibu Kinyip. B., beliau ditunjuk oleh Yayasan Islam Antasari Barito Utara sebagai Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari Barito Utara sejak tahun ajaran 1986/1987 sampai dengan 1987/1988 (selama 2 tahun)

9.      Bapak BACHTIAR ARIFIN, beliau diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI sebagai Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari Barito Utara terhitung mulai tahun ajaran 1988/1989 sampai dengan tahun ajaran 1990/1991 (selama 3 tahun). Pada waktu itu dibuka dua jurusan, yaitu jurusan Agama dan Ilmu Sosial, dengan 6 ruang belajar/kelas dan siswa sebanyak 190 orang

10.    Bapak H. HAMZAH, BA., beliau disamping sebagai Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari juga sekaligus sebagai Kepala PGA 6 tahun, sejak tahun 1991 sampai dengan 1993 (selama 2 tahun)

11.    Bapak H. DARMAWI, BA., beliau adalah Kepala Madrasah Aliyah Mangkusari yang pertama setelah ditingkatkan status menjadi Madrasah Aliyah Negeri Mangkusari Barito Utara sejak tahun 1993. Pada masa kepemimpinan beliau juga dengan pertimbangan semakin banyaknya siswa yang masuk Madrasah Aliyah kemudian dilakukan pemindahan Madrasah Aliyah Negeri Mangkusari (sekarang Madrasah Aliyah Negeri) Barito Utara ke lokasi di Jalan Brigjen Katamso KM. 2,5. Kepemimpinan beliau berakhir pada tahun 2000/2001 (selama lebih kurang 8 tahun).

12.    Bapak H. HAMZAH, S.Pd.I., beliau menggantikan Bapak H. DARMAWI, BA sejak tahun pelajaran 2001/2002 sampai dengan tahun 2010 (selama lebih kurang 9 tahun). Pada masa kepemimpinan beliau lokasi kemudian gedung baru Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara dibangun kembali di lokasi lama di Jalan Rajawali No. 7 Barito Utara, diresmikan Bapak Bupati Barito Utara  pada tanggal  8 Maret 2004, kemudian proses pembelajaran kembali di pusatkan di gedung baru ini sejak tanggal 15 Maret 2004 hingga sekarang ini.

13.    Bapak H. RIJALUL FATAH, S,Pd.I., menjabat Kepala Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara, sejak dilantik pada tanggal 27 Juli 2010 sampai dengan tanggal 12 Juli 2013. Pada masa kepemimpinan beliau Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara juga mendapat tambahan bangunan fisik, berupa peningkatan bangunan lama sebanyak 5 ruang belajar/kelas yang penyelesaiannya berlanjut kepada masa kepemimpinan berikutnya.

14.    Bapak Drs. AHD. RAYANI, dilantik pada hari Jum’at tanggal 12 Juli 2013 (3 Ramadhan 1434 H) menggantikan Bapak H. RIJALUL FATAH, S.Pd.I (yang diangkat sebagai Pengawas di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara) sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Nomor : KW.21.1/1-b/KP.07.6/1058/2013 tanggal 6 Mei 2013 sampai dengan 30 April 2017.

15.    Bapak BAKTI TAWADDIN, S.Ag, dilantik sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara menggantikan Drs. AHD. RAYANI pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2017, dengan TMT tanggal 1 Mei 2017 sampai dengan 17 Oktober 2019.

16.    Bapak Mahlil Riduan, S.Pd.I, dilantik dilantik sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara menggantikan BAKTI TAWADDIN, S.Ag pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019, dengan TMT tanggal 17 Oktober 2019 sampai dengan sekarang

 

 Demikian Sekilas Sejarah dan Perkembangan Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara yang dapat kami tuliskan, berdasarkan data yang kami himpun dari berbagai sumber, baik dari kearsipan di Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, wawancara dari beberapa tokoh, alumni PGA dan Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara.

Kami menyadari, tentunya hasil yang kami tuangkan dalam tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mohon bantuan informasi semua pihak yang lebih aktual dan mendatail, sehingga penulisan ini akan dapat memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan tentang Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara pada generasi/masa-masa yang akan datang.

Akhirnya seraya memohon petunjuk dan mengharap keridhaan Allah SWT, semoga penulisan tentang Sekilas Sejarah dan Perkembangan Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara ini bermanfaat bagi semua pihak, termasuk dalam usaha pengembangan berikutnya, sehingga Madrasah Aliyah Negeri Barito Utara diharapkan mampu menghasilkan alumni-alumni yang memiliki wawasan intelektual, visi keilmuan, dan kecakapan hidup yang berorientasi pada IMTAQ dan IPTEK serta Akhlaqul Karimah.

Sarana & Prasarana

Berikut ini adalah sarana dan prasarana yang ada di sekolah :

  1.  Kelas X terdiri dari 7 Kelas
  2.  Kelas XI Terdiri dari 8 Kelas
  3.  Kelas XII Terdiri dari 7 Kelas

       Data diatas pada tahun ajaran 2020/2021

  1.  Ruang Kepala Sekolah
  2.  Ruang Tata Usaha
  3.  Ruang Guru
  4.  Ruang Osis
  5.  Ruang BK/BP
  6.  Meja Piket
  7.  Ruang Gudang
  8.  Ruang Satpam
  9.  Ruang UKS
  10.  Ruang Server
  1.  Lab Komputer
  2.  Perpustakaan
  3.  Mushola
  4.  Parkir
  5.  WC Guru
  6.  WC Laki-laki
  7.  WC Perempuan
  8.  Koperasi
  9.  Kantin
  10. Lapangan Basket
  11. Lapangan Badminton
  12. Lapangan Volly
  13. Lapanga Futsal

Struktur Organisasi

Kepala Madrasah

Nama                            : Mahlil Riduan, S.Pd.I

NIP                                 : 19740506 199603 1 001

Pangkat/Golongan      : Pembina IV / a

Program Kerja

Kondisi Siswa

Berikut ini adalah gambar tabel kondisi siswa di sekolah kami :